Bawaslu Sumba Timur Perkuat Pendidikan Politik bagi Generasi Muda
|
Waingapu, Bawaslu Sumba Timur — Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sumba Timur, Yohanis Landi, S.H., menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Paket Undang-Undang bagi Generasi Muda yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumba Timur di SMA Negeri 1 Rindi Umalulu, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap peraturan perundang-undangan, meningkatkan kesadaran politik, serta mendorong partisipasi aktif pemilih pemula dalam kehidupan demokrasi.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu upaya memberikan pendidikan politik kepada generasi muda, khususnya pelajar yang akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum. Generasi muda, termasuk Generasi Z dan milenial, memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi melalui partisipasi yang bertanggung jawab, baik sebagai pemilih maupun sebagai bagian dari masyarakat yang turut mengawasi jalannya proses demokrasi.
Dalam pemaparannya, Yohanis Landi menegaskan bahwa Bawaslu memiliki peran penting dalam mengawasi setiap tahapan pemilu agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia juga menjelaskan pentingnya sinergi antara Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mendukung pelaksanaan pemilu yang tertib, transparan, jujur, dan adil.
Menurutnya, pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami pemilu sebagai kegiatan memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut mengawasi setiap tahapan pemilu sesuai dengan peran dan ketentuan yang berlaku.
Yohanis Landi menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif dapat dimulai dari lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat. Para pelajar dapat mengambil bagian dengan meningkatkan pemahaman tentang kepemiluan, mengenali bentuk-bentuk pelanggaran, serta menyampaikan laporan kepada pengawas pemilu apabila menemukan dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang berlaku.
Selain pengawasan partisipatif, ia turut menyoroti pentingnya literasi digital bagi generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi informasi dan penggunaan media sosial yang semakin luas, para pelajar diharapkan mampu memilah informasi, memeriksa kebenaran sumber berita, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan pendidikan politik yang sehat dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilu yang berintegritas.
Dalam kesempatan tersebut, generasi muda juga didorong menjadi pemilih cerdas dengan mempertimbangkan visi, misi, program kerja, serta rekam jejak calon pemimpin secara objektif. Para siswa diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh politik uang, politik identitas, maupun informasi menyesatkan yang dapat memengaruhi kebebasan dalam menentukan pilihan.
Yohanis Landi mengingatkan bahwa keberanian menolak praktik politik uang dan berbagai bentuk pelanggaran pemilu merupakan bagian dari tanggung jawab warga negara dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia juga mendorong para pelajar untuk bersikap kritis, menjaga integritas, serta menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab ketika telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih.
Lebih lanjut, peningkatan partisipasi generasi muda dapat didukung melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pengawasan partisipatif, seperti pembentukan forum warga, Sekolah Kader Pengawas Partisipatif, serta pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan informasi kepemiluan. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin memahami bahwa keterlibatan mereka sangat penting dalam mendorong terciptanya proses demokrasi yang terbuka dan berintegritas.
Melalui kegiatan Sosialisasi Paket Undang-Undang bagi Generasi Muda di SMA Negeri 1 Rindi Umalulu ini, diharapkan para pelajar semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, memiliki kesadaran politik yang baik, serta mampu mengambil bagian dalam pengawasan partisipatif. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang turut menjaga demokrasi agar berjalan sesuai dengan prinsip jujur, adil, dan berintegritas.
Bawaslu Kabupaten Sumba Timur terus mendorong keterlibatan masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan pemilih pemula, untuk bersama-sama mengawal proses demokrasi. Partisipasi aktif generasi muda diharapkan menjadi salah satu langkah dalam membangun budaya pengawasan yang berkelanjutan di Kabupaten Sumba Timur.
Penulis dan Foto : Humas