Kick Off P2P 2026, Bawaslu Sumba Timur Perkuat Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029 Bermartabat
|
Waingapu, Bawaslu Sumba Timur – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sumba Timur bersama peserta Pengawas Partisipatif (P2P) Kabupaten Sumba Timur mengikuti kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Tahun 2026 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring dari Aula SMA Kristen Payeti, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Anggota dan Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi NTT.
Acara pembukaan dipimpin oleh Ketua Nonato Da Purificacao Sarmento didampingi Anggota Bawaslu Provinsi NTT, yakni Magdalena Yuanita Wake, Melpi Minalria Marpaung, Amrunur Muh. Darwan, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi NTT, Ignasius Jani.
Dalam arahannya, Ketua Bawaslu Provinsi NTT menegaskan bahwa Pendidikan Pengawasan Partisipatif merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran masyarakat sebagai bagian penting dari sistem pengawasan Pemilu. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Melpi M. Marpaung, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan. Ia menyampaikan bahwa pengawasan yang efektif hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang solid dan berkelanjutan antara Bawaslu dan masyarakat.
Dalam laporan penyelenggaraan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Pengawasan Pemilu Bawaslu Provinsi NTT, Denny Fanny Matulessy, disebutkan bahwa pelaksanaan P2P Tahun 2026 merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengawasan Partisipatif.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula penyerahan tanda pengenal kepada perwakilan peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) secara simbolis oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penyerahan tersebut menjadi simbol dimulainya pelaksanaan program Pendidikan Pengawasan Partisipatif Tahun 2026 secara resmi di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta Pengawas Partisipatif dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat, memperkuat budaya pengawasan partisipatif, serta turut menjaga integritas dan kualitas demokrasi menuju Pemilu Tahun 2029 yang bermartabat.