Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sumba Timur Ikuti TOS BARISTA Bahas Peran Tokoh Agama dalam Menciptakan Pemilu Damai

Bawaslu Sumba Timur Ikuti TOS BARISTA Bahas Peran Tokoh Agama

Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Timur, Yohanis Landi, S.H., saat mengikuti kegiatan TOS BARISTA Edisi IV yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi NTT secara daring melalui Zoom Meeting dengan tema “Peran Tokoh Agama dalam Menciptakan Pemilu Damai”, Senin (8/6/2026).

Waingapu, Bawaslu Sumba Timur — Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Timur, Yohanis Landi, S.H., bersama staf mengikuti kegiatan TOS BARISTA (Temu Obrol Santai Barisan Penyelesaian Sengketa) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (8/6/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Tokoh Agama dalam Menciptakan Pemilu Damai” sebagai bagian dari program penguatan kapasitas dan ruang diskusi yang dikembangkan Bawaslu Provinsi NTT guna memperkuat pemahaman jajaran pengawas pemilu dalam membangun demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.

TOS BARISTA merupakan forum diskusi tematik yang rutin dilaksanakan Bawaslu Provinsi NTT dengan tujuan meningkatkan kapasitas pengawas pemilu melalui dialog santai namun tetap substantif.

Kegiatan dibuka oleh Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Magdalena Y. Wake, S.H., M.H., selaku keynote speaker. Dalam penyampaiannya, Magdalena menegaskan pentingnya membangun sinergi antara penyelenggara pemilu dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, demi menjaga stabilitas demokrasi dan memperkuat kesadaran politik masyarakat.

Selanjutnya, diskusi dipandu oleh James Welem Ratu, S.Pd., Anggota Bawaslu Provinsi NTT, yang menekankan bahwa tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam menjaga stabilitas sosial dan politik menjelang maupun selama pelaksanaan pemilu. Menurutnya, nilai-nilai moral dan kebersamaan yang disampaikan tokoh agama mampu menjadi perekat masyarakat dalam menjaga persatuan di tengah dinamika politik.

Hadir sebagai narasumber, Yusti Rambu Karadji, S.Th., Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, yang memaparkan peran strategis tokoh agama dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa tokoh agama dapat menjadi mitra penting dalam mendorong partisipasi pemilih yang cerdas, meningkatkan kesadaran demokrasi, serta mencegah praktik politik uang dan politisasi isu SARA yang dapat memecah belah masyarakat.

Sementara itu, Maria Uriaie, S.Akun., Anggota Bawaslu Kabupaten Ende, bertindak sebagai penanggap dengan menyampaikan berbagai perspektif terkait penguatan pengawasan partisipatif berbasis nilai-nilai keagamaan. Ia menilai bahwa pendekatan moral dan spiritual dapat menjadi kekuatan dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas.

Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa tokoh agama memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan, menolak hoaks, politik uang, ujaran kebencian, serta berbagai praktik yang dapat mengganggu kualitas demokrasi. Tokoh agama juga dinilai memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kedamaian guna mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.

Yohanis Landi menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan yang sangat bermanfaat bagi jajaran Bawaslu Kabupaten Sumba Timur dalam memperkuat sinergi dengan tokoh agama dan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan pelanggaran pemilu.

“Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang sangat baik bagi kami dalam memperkuat koordinasi dan kolaborasi bersama tokoh agama serta masyarakat dalam menciptakan pemilu yang damai dan berintegritas,” ujar Yohanis.

Melalui kegiatan TOS BARISTA edisi IV ini, Bawaslu berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara penyelenggara pemilu dan tokoh agama dalam menjaga kondusivitas daerah serta mewujudkan pemilu yang damai, demokratis, dan berintegritas

Penulis dan Foto : Humas