Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sumba Timur Gelar “Bawaslu Mengajar” Serentak di SMA Kristen Payeti dan Madrasah Aliyah Waingapu saat MPLS

Bawaslu Sumba Timur Gelar “Bawaslu Mengajar” Serentak di SMA Kristen Payeti dan Madrasah Aliyah Waingapu saat MPLS

Ketua dan Anggota Bawaslu Sumba Timur saat menyampaikan materi Pemilu dan Demokrasi di SMA Kristen Payeti dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Waingapu, Senin (14/7/2025).

Waingapu, Bawaslu Sumba Timur Dalam rangka memperkuat pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif di kalangan pelajar, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumba Timur melaksanakan program edukatif bertajuk “Bawaslu Mengajar” secara serentak di SMA Kristen Payeti dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Waingapu, bertepatan dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa/siswi baru tahun anggaran 2025/2026.

Program ini diinisiasi sebagai bentuk komitmen Bawaslu dalam menyasar segmen pemilih pemula dan memberikan pemahaman sejak dini tentang pentingnya nilai-nilai demokrasi, etika kepemiluan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Timur hadir langsung di kedua sekolah tersebut untuk menyampaikan materi kepada siswa baru. Dalam penyampaian materi, mereka menyoroti pentingnya menjaga integritas demokrasi, mengenal fungsi lembaga pengawas pemilu, serta menanamkan kesadaran bahwa pelajar juga memiliki peran penting sebagai agen perubahan.

“Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tapi juga investasi jangka panjang dalam membentuk karakter pelajar sebagai warga negara yang sadar hukum dan demokratis,” ujar Ketua Bawaslu Sumba Timur saat mengisi materi di SMA Kristen Payeti, Senin (14/7/2025).

Koordinator SDM, Organisasi, Pendidikan, Pelatihan dan Datin ini, menekankan bahwa generasi muda saat ini memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa melalui keterlibatan aktif dalam proses demokrasi. Meski sebagian besar siswa belum masuk usia pemilih, namun mereka dipersiapkan menjadi pemilih cerdas, kritis, dan berintegritas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak adik-adik pelajar untuk peduli terhadap proses demokrasi. Kalian adalah pemilih pemula yang sangat penting dalam menjaga kualitas pemilu di masa mendatang,” ujar pria yang akrab disapa Umbu Hina.

Para siswa menyambut baik kegiatan ini. Mereka terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi interaktif yang disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan pendekatan yang sesuai dengan usia mereka. Salah satu siswa baru yang mengikuti kegiatan MPLS mengajukan pertanyaan mengenai alasan dibentuknya Bawaslu.

“Mengapa Bawaslu dibentuk? Apa yang melatarbelakangi adanya lembaga ini?” tanya seorang siswa dari SMA Kristen Payeti.

Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Timur yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa Bawaslu dibentuk sebagai lembaga pengawas pemilu yang bertugas memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan jujur, adil, dan demokratis, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Bawaslu dibentuk karena dalam pelaksanaan pemilu sering terjadi potensi pelanggaran, seperti politik uang, kampanye hitam, atau penyalahgunaan wewenang. Maka dibutuhkan lembaga yang independen untuk mengawasi proses itu agar tetap sesuai aturan dan etika demokrasi,” jelasnya.

Penjelasan tersebut membuka wawasan para siswa, yang selama ini hanya mengenal pemilu sebagai kegiatan pencoblosan. Mereka menjadi lebih paham bahwa di balik proses tersebut ada sistem pengawasan yang bekerja secara profesional dan mandiri.

Sementara itu, di MAS Waingapu, kegiatan berlangsung penuh semangat dengan sesi tanya jawab interaktif, serta penyampaian kisah-kisah inspiratif tentang pentingnya menjadi pemilih cerdas dan bertanggung jawab.

Kepala sekolah dari kedua lembaga pendidikan menyambut baik inisiatif ini. Mereka menilai bahwa “Bawaslu Mengajar” menjadi tambahan nilai penting dalam proses MPLS yang biasanya hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah dan tata tertib.

“Kehadiran Bawaslu membuka perspektif baru bagi siswa kami, terutama dalam memahami bagaimana demokrasi itu bekerja di kehidupan nyata,” ungkap Kepala SMA Kristen Payeti.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan ini, Bawaslu Kabupaten Sumba Timur berharap dapat memperluas jangkauan pendidikan politik kepada generasi muda serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya partisipasi aktif dalam menjaga kualitas pemilu yang bersih dan berintegritas

Penulis : Umbu Andu

Foto : Umbu Andu & Naidin