Lompat ke isi utama

Berita

Hina Mehang Patalu Sebut Kekuatan SDM Pengawas Jadi Pilar Pengawasan Pemilu yang Berkualitas

Hina Mehang Patalu Sebu

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumba Timur, Hina Mehang Patalu (ketiga) dari kiri memaparkan materi dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Sumba Timur, Jumat (6/3/2026).

Waingapu, Bawaslu Sumba Timur — Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumba Timur, Hina Mehang Patalu, menegaskan bahwa kekuatan sumber daya manusia (SDM) pengawas pemilu menjadi pilar utama dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan edisi ke-2 yang digelar oleh Bawaslu Sumba Timur, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai menjelang waktu berbuka puasa itu dihadiri oleh anggota Bawaslu serta jajaran sekretariat Bawaslu Sumba Timur. Forum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan penguatan kapasitas bagi para pengawas pemilu.

Dalam pemaparannya, Hina Mehang Patalu menekankan bahwa kualitas pengawasan tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan sistem yang ada, tetapi juga sangat bergantung pada kapasitas dan integritas pengawas pemilu. Menurutnya, SDM pengawas yang kuat akan mampu menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, independen, dan berintegritas.

“SDM pengawas yang kuat akan menentukan bagaimana pengawasan pemilu dapat berjalan efektif. Pengawas Pemilu harus memahami regulasi, memiliki integritas tinggi, serta mampu bertindak cepat dalam menghadapi berbagai potensi pelanggaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengawas pemilu memiliki peran strategis dalam memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi, jujur, dan adil. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas SDM pengawas harus menjadi perhatian utama.

Pria yang akrab disapa Umbu Hina ini mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas secara berkelanjutan bagi seluruh jajaran pengawas pemilu, baik dari sisi pemahaman regulasi, kemampuan analisis, hingga keterampilan dalam menangani potensi pelanggaran pemilu.

"Kedepan, kita harus melakukan simulasi cara menerima laporan dan penangan pelanggaran pemilu, dengan kemampuan yang memadai, kita dapat melakukan pencegahan sekaligus penindakan terhadap berbagai potensi pelanggaran'" katanya.

Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Sumba Timur berharap dapat memperkuat pemahaman serta soliditas internal lembaga, sekaligus menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antar jajaran pengawas.

Kegiatan ini pun mendapat antusiasme dari para peserta yang aktif berdiskusi serta berbagi pandangan terkait tantangan pengawasan pemilu di daerah. Diharapkan, melalui penguatan kapasitas SDM tersebut, kualitas pengawasan pemilu di Sumba Timur dapat terus ditingkatkan.

 

ngabuburit

 

Humas