Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sumba Timur Ajak Pelajar Jadi Pengawas Partisipatif Menuju Pemilu 2029 yang Bermartabat

Bawaslu Sumba Timur Ajak Pelajar Jadi Pengawas Partisipatif

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Timur, Hina Mehang Patalu (kanan) bersama Anggota, Kepala Sekretariat serta Wakil Kepala Sekolah SMA Kristen Payeti urusan Humas Maria Anggriani, S S.Pd (kiri) saat menghadiri pembukaan kegiatan P2P, Rabu (15/7/2026).

Waingapu, Bawaalu Sumba Timur – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sumba Timur menggelar kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) bertajuk "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat".

Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi pelajar dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu 2029 yang jujur, adil, dan bermartabat ini terlaksana di Kantor Bawaslu Kabupaten Sumba Timur, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 20 siswa-siswi SMA Kristen Payeti yang tergabung dalam Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Sumba Timur.

Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Timur, Kepala Sekretarit serta Kepala Sekolah SMA Kristen Payeti yang diwakili Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) urusan Humas Maria Anggriani Wudi,S S.Pd.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Timur, Hina Mehang Patalu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada SMA Kristen Payeti yang telah membuka ruang kerja sama sehingga kegiatan pendidikan pengawasan partisipatif dapat terlaksana.

Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang strategis untuk membangun karakter, integritas, kepemimpinan, serta kepedulian generasi muda terhadap kehidupan demokrasi.

"Kami percaya bahwa sekolah bukan hanya tempat membangun kecerdasan akademik, tetapi juga tempat menumbuhkan karakter, integritas, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap kehidupan demokrasi," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Umbu Hina ini menegaskan bahwa pemilu bukan semata-mata menjadi tanggung jawab penyelenggara, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Bawaslu.

"Keberhasilan penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, damai, dan bermartabat merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, termasuk kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, Bawaslu mengajak para adik-adik untuk menjadi bagian dari pengawasan partisipatif," imbuhnya.

Menurut Umbu Hina, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan bukan berarti menggantikan tugas Bawaslu, melainkan membantu dengan menjadi mata dan telinga dalam mengawasi setiap tahapan Pemilu 2029.

Mengangkat tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat", Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Datin ini menjelaskan bahwa kata berfungsi mengandung makna setiap warga negara memiliki peran sesuai kapasitasnya. 

Bagi pelajar, peran tersebut diwujudkan dengan menjadi generasi yang kritis, cerdas dalam menggunakan media sosial, menghargai perbedaan pendapat, serta menyebarkan informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks.

Sementara itu lanjut Dia, makna bergerak adalah keberanian untuk mengambil tindakan positif dalam kehidupan demokrasi. Para pelajar diajak untuk tidak mudah mempercayai berita bohong, berani melaporkan dugaan pelanggaran pemilu apabila menemukannya, serta membangun budaya demokrasi yang sehat sejak dini, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Di akhir sambutannya, Umbu Hina berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat hingga selesai sehingga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam berpartisipasi mengawal demokrasi menuju Pemilu 2029.

Sementara itu, Kepa Sekolah SMA Kristen Payeti yang diwakili Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) urusan Humas Maria Anggriani Wudi,S S.Pd. menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Sumba Timur atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah untuk menjadi bagian dari program pendidikan pengawasan partisipatif.

Maria menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan berharga bagi peserta didik untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu. 

"Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu mempersiapkan diri menjadi pengawas partisipatif pemula yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, serta menolak segala bentuk kecurangan dan tekanan dalam proses demokrasi," ucapnya.

Selain itu, Wakasek urusan Humas ini berharap sinergi antara Bawaslu Kabupaten Sumba Timur dan SMA Kristen Payeti terus terjalin melalui berbagai kegiatan pendidikan demokrasi yang bermanfaat bagi pengembangan karakter dan wawasan peserta didik.

Kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif ini menjadi salah satu upaya Bawaslu Kabupaten Sumba Timur dalam memperluas partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki kesadaran demokrasi sejak dini dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang berintegritas, berkualitas, dan bermartabat.

Penulis dan Foto : Humas